DSC00527DSC00524
Sebagai mahasiswa dalam berbagai kehidupan kampus yang cukup dinamis, seringkali menimbulkan hal-hal yang tidak saja positif tetapi ada yang negatif, sehingga muncul tindakan belum tamat sudah pikul periuk (hamil, redaksi) .Hal ini diungkapkan Pudir II Politeknik Pertanian Negeri Kupang ,Alfred U.K. Ngaji, SP,M.Si ketika membuka Workshop Pengendalian HIV/AIDS bagi Mahasiswa Politani Negeri Kupang, (17/11/2012) di gedung Student Centre.
Lanjut Pudir II, pada kesempatan ini yang dikupas tuntas adalah masalah HIV/AIDS, harapannya agar mahasiswa itu setelah mengetahui materi HIV/AIDS bahwa itu adalah  penyakit yang menakutkan dan belum ada obatnya, agar tidak melakukan, karena akan merusak masa depan generasi muda bangsa ini;  Selain itu pihaknya menyoroti duduk soal sebelum tamat sudah pikul periuk, jadi mental dan moral belum siap sudah mengalami seperti itu. Ujarnya.
Karena itu, bukan cuma anak perempuan yang jaga diri tapi anak laki-laki juga perlu menjaga jati dirinya, apalagi jika terjadi gonta-ganti pasangan hidup, maka bukan tidak mungkin penyakit raja singa itu akan datang. Perihal ini akan membawa kepada generasi yang rusak masa depan. Saya berharap mahasiswa Politani tidak seperti itu. Ungkap Pudir II.
Turut memberikan sambutan pada workshop HIV/AIDS ini adalah ketua Presiden Mahasiswa Politani Negeri Kupang, Agustinus Manobe, yang juga menekan hal senada soal ancaman penyakit HIV/AIDS ini, yang jika terkena belum ada obatnya. Untuk sosialisasi ini katanya, kita bisa mengetahui secara pasti pengendalian dan pencegahannya. Kalau kita sudah tahu, maka kita tidak melakukannya.

DSC00529

Nara sumber yang ditampilkan dalam workshop ini adalah Joice M. Tibuludji,Skm,M.Kes Dari dinas Prop NTT, materinya: seputar Dampak penyakit HIV/AIDS bagi kehidupan manusia. Komisi penanggulangan HIV/AIDS NTT soal peran pemerintah dlm penanggulangan penyakit HIV/AIDS; Yayasan Tanpa batas soal Kesaksian penderita HIV/AIDS dan program tanpa batas dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Hadir dalam acara tesebut 100 orang mahasiswa Politani Negeri Kupang, baik yang tergabung dalam organisasi BEM,HMJ yang mewakili prodi masing-masing, serta beberapa dosen.(*)