Politeknik Pertanian Negeri Kupang resmi menetapkan tiga calon Direktur periode 2026–2030 melalui tahapan penyaringan yang dilaksanakan dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Student Center Politani Kupang, Jumat 5 Juni 2026.
Rapat Senat dipimpin langsung oleh Ketua Senat Politani Kupang, Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribuss., dan dihadiri seluruh anggota senat, panitia pemilihan direktur, para bakal calon direktur, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua Senat menyampaikan bahwa proses penyaringan merupakan agenda strategis yang menentukan arah pengembangan institusi pada masa mendatang. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Siapa pun yang nantinya terpilih merupakan putra-putri terbaik yang dimiliki Politani Kupang. Karena itu, marilah kita mengikuti seluruh proses ini dengan semangat sportivitas dan kekeluargaan demi kemajuan institusi yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Ketua Senat, sebanyak 25 anggota senat hadir dari total 25 anggota senat, sehingga rapat dinyatakan memenuhi kuorum dan dapat melaksanakan seluruh agenda penyaringan.
Ketua Panitia Pemilihan Direktur Politani Kupang periode 2026–2030, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., menjelaskan bahwa seluruh tahapan penjaringan dan verifikasi administrasi telah selesai dilaksanakan. Hasilnya, empat bakal calon direktur dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan berhak mengikuti tahapan penyaringan oleh Senat.
Empat bakal calon yang mengikuti proses penyaringan adalah: Micha Snoverson Ratu Rihi, S.P., M.Si, Melinda R.S. Moata, S.P., M.Sc., Ph.D., Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc. dan Prof. Catootjie L. Nalle, Ph.D.
Tahapan penyaringan diawali dengan pemaparan visi, misi, dan program kerja yang dipandu oleh moderator Prof. Dr. Ir. Rupa Mateus, M.Si.. Sebelum pemaparan dimulai, dilakukan pengundian nomor urut dengan hasil Micha Snoverson Ratu Rihi,S.P.,M.Si memperoleh nomor urut satu, Johanis A. Jermias,S.Pt.,M.Sc nomor urut dua, Melinda R.S. Moata,S.P.,M.Sc.,Ph.D nomor urut tiga, dan Prof. Catootjie L. Nalle,Ph.D nomor urut empat.
Pelaksanaan pemaparan berlangsung dalam tiga sesi, yaitu penyampaian visi, misi, dan program kerja, sesi pendalaman materi dan tanya jawab oleh anggota Senat serta perwakilan kementerian, dan diakhiri dengan penyampaian closing statement oleh masing-masing bakal calon.
Dalam pemaparannya, Micha Snoverson Ratu Rihi menekankan percepatan terwujudnya Politani Kupang sebagai politeknik pertanian paling unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi, penguatan kemitraan industri, serta pengembangan inovasi berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Johanis A. Jermias memaparkan berbagai capaian strategis Politani Kupang periode 2022–2026 sekaligus menawarkan strategi transformasi menuju pendidikan vokasi pertanian yang unggul dan berdampak melalui penguatan akademik, hilirisasi riset, tata kelola yang adaptif, serta peningkatan eksistensi institusi di tingkat nasional dan global.
Sementara itu, Melinda R.S. Moata menegaskan pentingnya melakukan lompatan transformasi kelembagaan dengan mengusung visi menjadikan Politani Kupang sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan berdampak bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia.
Adapun Prof. Catootjie L. Nalle menyoroti pentingnya transformasi institusi dalam menghadapi persaingan pendidikan vokasi yang semakin ketat, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, tantangan perubahan iklim, serta tuntutan internasionalisasi perguruan tinggi. Berbagai program prioritas yang ditawarkan meliputi penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pengembangan Teaching Factory (TEFA), modernisasi laboratorium, inkubasi bisnis mahasiswa, hingga transformasi tata kelola menuju smart polytechnic.
Setelah seluruh tahapan pemaparan selesai dilaksanakan, panitia melanjutkan proses penyaringan melalui mekanisme pemungutan suara untuk menentukan tiga calon direktur yang berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Proses penyaringan berlangsung dalam tiga putaran pemungutan suara. Pada putaran pertama, Johanis A. Jermias,S.Pt.,M.Sc memperoleh tiga belas suara, sementara Micha Snoverson Ratu Rihi,S.P.,M.Si, Melinda R.S. Moata, S.P.,M.Sc.,Ph.D dan Prof. Catootjie L. Nalle,Ph.D masing-masing memperoleh empat suara.
Karena terdapat tiga bakal calon dengan jumlah suara yang sama, pemungutan suara dilanjutkan ke putaran kedua. Pada putaran ini, Prof. Catootjie L. Nalle,Ph.D memperoleh sembilan suara, sedangkan Micha Snoverson Ratu Rihi,S.P.,M.Si dan Melinda R.S. Moata,S.P.,M.Sc.,Ph.D masing-masing memperoleh delapan suara. Hasil tersebut mengharuskan dilaksanakannya putaran ketiga untuk menentukan satu calon yang tersisa.
Pada putaran ketiga, Micha Snoverson Ratu Rihi,S.P.,M.Si memperoleh tujuh belas suara, sementara Melinda R.S. Moata,S.P.,M.Sc.,Ph.D memperoleh delapan suara. Dengan demikian, Micha Snoverson Ratu Rihi,S.P.,M.Si berhasil melaju ke tahapan berikutnya bersama dua calon lainnya yang telah lolos pada putaran sebelumnya.
Berdasarkan hasil penyaringan Senat, tiga calon Direktur Politani Kupang periode 2026–2030 yang ditetapkan adalah: Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., Prof. Catootjie L. Nalle, Ph.D. dan Micha Snoverson Ratu Rihi, S.P., M.Si.
Selanjutnya, ketiga calon direktur tersebut akan mengikuti tahapan pendalaman dan wawancara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 13–20 Juli 2026.
Dr. Laurensius Lehar menyampaikan apresiasi kepada seluruh bakal calon yang telah mengikuti proses pemilihan dengan baik serta kepada seluruh pihak yang telah menjaga jalannya proses secara profesional dan kondusif.
“Keempat bakal calon merupakan putra-putri terbaik Politani Kupang. Kami berharap siapa pun yang nantinya terpilih mampu membawa Politani Kupang semakin maju, unggul, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan pertanian dan pendidikan vokasi di Indonesia,” ungkapnya.
Setelah proses penyaringan selesai, panitia menyusun dan menetapkan berita acara hasil penyaringan calon Direktur periode 2026–2030. Ketua Panitia, Dr. Laurensius Lehar, kemudian menyerahkan berita acara hasil penyaringan beserta palu sidang kepada Ketua Senat Politani Kupang, Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribuss., sebagai simbol berakhirnya tugas panitia pada tahapan penyaringan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara hasil penyaringan oleh Ketua Panitia, seluruh anggota panitia, dan para saksi yang dipandu langsung oleh Ketua Senat.
Ketua Senat Politani Kupang, Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribuss., menyampaikan bahwa sesuai tata tertib pemilihan Direktur, rapat selanjutnya memasuki agenda penetapan calon Direktur Politani Kupang periode 2026–2030 yang diawali dengan pembacaan draft berita acara penyaringan dan penetapan calon Direktur untuk memperoleh persetujuan dari anggota Senat.
“Seluruh tahapan yang telah dilaksanakan hari ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga proses pemilihan Direktur yang transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi tata kelola perguruan tinggi yang baik demi kemajuan Politani Kupang di masa mendatang,” pungkas Dina.
Melalui proses yang berlangsung terbuka dan akuntabel, Politani Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik. Tahapan berikutnya akan menentukan sosok pemimpin yang akan melanjutkan pembangunan dan pengembangan institusi untuk periode 2026–2030. (**).










