![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang resmi menutup Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana Nusa Tenggara Timur Satuan 963 Panca Sakti Tahun 2026. Sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat bela negara sebagai bekal menghadapi tantangan di dunia akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Upacara penutupan berlangsung di Gedung Student Center Politani Kupang, Selasa (21/7), dipimpin oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan TNI, Polri, Basarnas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perguruan tinggi, serta jajaran Resimen Mahasiswa dari berbagai satuan di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Fabianus Ranta menegaskan bahwa Menwa memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, disiplin, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang siap menjaga persatuan, mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, keberadaan Menwa di lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu instrumen penting dalam menanamkan nilai-nilai bela negara sekaligus membangun karakter mahasiswa.
"Kesempatan mengikuti Diklatsar adalah pengalaman yang tidak dimiliki semua mahasiswa. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan ini, saudara-saudara diharapkan mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, kejujuran, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Lebih jauh, Fabianus menekankan bahwa anggota Menwa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor terciptanya lingkungan kampus yang aman, tertib, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Politani Kupang yang terus memperkuat implementasi program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Ia berharap para anggota Menwa dapat menjadi mitra kampus dalam membangun budaya saling menghormati, meningkatkan kepedulian terhadap sesama mahasiswa, serta berani mengambil peran ketika menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan sivitas akademika.
Meski aktif di organisasi kemahasiswaan, Fabianus mengingatkan seluruh anggota Menwa agar tetap menempatkan pendidikan akademik sebagai prioritas utama. Menurutnya, mahasiswa yang berkualitas adalah mereka yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan kemampuan kepemimpinan, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Mahasiswa yang unggul adalah mereka yang mampu menjalankan berbagai peran secara seimbang. Teruslah berprestasi di bidang akademik, namun jangan berhenti mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemampuan berorganisasi melalui Menwa," pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para senior Menwa, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendampingi proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Diklatsar tidak lepas dari komitmen bersama dalam mencetak kader-kader muda yang memiliki karakter kuat serta siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Bagi Politani Kupang, penyelenggaraan Diklatsar Menwa merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten di bidang keilmuan vokasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, kemampuan memimpin, serta semangat pengabdian kepada bangsa. Nilai-nilai yang ditanamkan selama pendidikan diharapkan mampu memperkuat budaya disiplin, solidaritas, kepedulian sosial, dan integritas di lingkungan kampus.












