![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali mengukuhkan eksistensinya di tingkat nasional setelah berhasil membawa pulang lima medali pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik Se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Politeknik Negeri Medan, Sumatera Utara, pada 23 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi vokasi tidak hanya unggul dalam pendidikan terapan, tetapi juga mampu mencetak mahasiswa berprestasi di bidang olahraga melalui pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.
Politani Kupang mengirimkan 12 atlet yang bertanding pada cabang olahraga karate, taekwondo, kempo, atletik, dan seni. Kontingen didampingi Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si sebagai Badan Koordinasi Mahasiswa, Prof. Dr. Jeriels Matatula, S.Hut., M.Sc sebagai pembina cabang olahraga bela diri, Viona Febrina Natalia Nainggolan, S.P., M.Si sebagai manajer, serta Ihsan Sanggar Rahman, S.Pi., M.P sebagai pembina cabang atletik.
Dari ajang nasional yang diikuti 48 politeknik dan akademi komunitas se-Indonesia, Politani Kupang berhasil menempati peringkat ke-28 dengan raihan satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas pembinaan atlet kampus.
Medali emas dipersembahkan Laura Anjel Maria Seran, mahasiswa semester III Program Studi Pengelolaan Hutan, melalui cabang olahraga kempo. Sementara medali perak diraih tim estafet 4×100 meter yang terdiri atas Simson Lara Kamendak, Alfonsus Umbu Rei, Gusti Moses Soinbala, dan Hengki Melianus Isu. Tiga medali perunggu masing-masing dipersembahkan Vicky Julianto da Costa dari karate, Sifo Yemina Aleut dari atletik nomor 5.000 meter, serta Petrus Krisologus dari cabang kempo.
Pembina cabang olahraga bela diri, Prof. Dr. Jeriels Matatula, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan. Sejak Maret 2026, para atlet menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan dengan melibatkan pelatih profesional dari KONI dan perguruan bela diri di Kota Kupang.
Menurutnya, strategi pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kemampuan fisik dan teknik bertanding, tetapi juga memperkuat aspek mental atlet agar mampu bersaing dengan atlet-atlet nasional yang telah memiliki jam terbang tinggi.
"Empat bulan saja kita mampu mempersiapkan atlet dengan baik hingga meraih prestasi nasional. Apalagi jika pembinaan dilakukan satu hingga dua tahun secara berkelanjutan, peluang mendulang lebih banyak medali emas tentu semakin besar," ungkapnya.
Prof. Jeriels menilai prestasi olahraga memiliki makna strategis bagi perguruan tinggi vokasi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa di arena nasional menjadi bukti bahwa prestasi akademik dan nonakademik merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang unggul.
Ia mengungkapkan, banyak perguruan tinggi lain mempersiapkan atlet hingga dua tahun menjelang PORSENI. Oleh karena itu, capaian Politani Kupang dengan jumlah atlet yang relatif sedikit menjadi prestasi yang patut diapresiasi karena mampu bersaing dengan kontingen besar dari berbagai daerah di Indonesia.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan atlet Politani Kupang bukan semata-mata karena kemampuan teknik, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan mental, dukungan pelatih, ofisial, pimpinan kampus, dan seluruh sivitas akademika. Baginya, motivasi sederhana berupa keyakinan bahwa "mahasiswa Politani mampu bersaing" menjadi energi besar yang membangun rasa percaya diri para atlet saat menghadapi lawan-lawan berpengalaman dari berbagai daerah.
Prestasi tersebut juga berdampak positif terhadap citra Politani Kupang di tingkat nasional. Nama kampus semakin dikenal melalui pencapaian atlet-atletnya, sekaligus mempertegas kontribusi Politani Kupang sebagai salah satu pemasok atlet berprestasi bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Prof. Jeriels, setiap medali yang diraih mahasiswa tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi institusi di hadapan perguruan tinggi lain di Indonesia.
Keberhasilan di Medan juga menjadi titik awal penyusunan strategi pembinaan jangka panjang. Politani Kupang berencana melakukan penjaringan atlet sejak penerimaan mahasiswa baru, membangun basis data mahasiswa berprestasi di bidang olahraga, memperkuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bela diri, serta meningkatkan frekuensi keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan daerah sebagai bekal menghadapi PORSENI Politeknik Se-Indonesia 2028. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan regenerasi atlet yang lebih matang dan memperbesar peluang meraih lebih banyak medali emas pada kompetisi nasional mendatang.
Di balik gemerlap prestasi nasional, tersimpan kisah perjuangan para atlet. Peraih medali emas cabang kempo, Laura Anjel Maria Seran, mengaku tidak pernah membayangkan dapat berdiri di podium tertinggi. Meski sejak awal menargetkan juara, ia tetap terkejut ketika berhasil meraih medali emas.
Laura menceritakan bahwa setiap hari ia memulai aktivitas dengan latihan mandiri pada pagi hari, mengikuti kuliah dan praktikum di kampus, kemudian melanjutkan latihan hingga malam sebelum menyelesaikan tugas akademik. Disiplin membagi waktu, dukungan keluarga, doa, serta pendampingan kampus menjadi kunci keberhasilannya menyeimbangkan prestasi akademik dan olahraga.
Kepada mahasiswa Politani Kupang, Laura berpesan agar tidak ragu mengembangkan bakat yang dimiliki.
"Terus semangat berlatih, jangan pernah menyerah, selalu berdoa dan tetap rendah hati," pesannya. Ia berharap semakin banyak mahasiswa Politani Kupang berani tampil di tingkat nasional bahkan internasional untuk mengharumkan nama almamater.
Prestasi yang diraih pada PORSENI XV Politeknik Se-Indonesia 2026 menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan minat, bakat, dan karakter mahasiswa mampu menghasilkan lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di arena nasional.
Dengan semangat kolaborasi, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan seluruh sivitas akademika, Politani Kupang optimistis mampu meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi vokasi unggul di Indonesia.(**).











