![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Tahun 2026 di Gedung Student Center Politani Kupang, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 633 mahasiswa baru mengikuti kegiatan bertema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan” sebagai langkah awal untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
Pembukaan PKKMB 2026 dihadiri Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si., para Ketua Jurusan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, para Koordinator Program Studi, Kepala UPA, serta Kepala Laboratorium.
Ketua Panitia PKKMB 2026, Naharuddin Sri, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Politani Kupang merupakan perguruan tinggi vokasi di Nusa Tenggara Timur yang dikembangkan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi tinggi sesuai kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
Menurutnya, upaya mewujudkan kampus berdampak perlu diperkenalkan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, PKKMB menjadi momentum strategis untuk menanamkan pemahaman tersebut kepada mahasiswa baru.
PKKMB tingkat institusi dilaksanakan pada 12–15 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan selama empat hari Sabtu di tingkat jurusan masing-masing. Kepanitiaan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan.
Materi yang diberikan mencakup Pancasila, kehidupan berbangsa dan bernegara, pembinaan kesadaran bela negara, pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia, perguruan tinggi di era digital, pengembangan karakter mahasiswa, muatan lokal perguruan tinggi, serta materi lain sesuai kebutuhan mahasiswa dan perguruan tinggi.
Pelaksanaan PKKMB 2026 diarahkan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, kehidupan kemahasiswaan, serta berbagai nilai yang diperlukan untuk menjalani pendidikan tinggi.
Selain aspek akademik, PKKMB juga diarahkan untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, kecintaan terhadap tanah air, persahabatan, serta kekeluargaan antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Panitia menargetkan lahirnya mahasiswa yang mengedepankan sikap intelektual, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjadi pembelajar yang lincah dan tangguh.
Direktur Politani Kupang Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., dalam sambutannya menjelaskan bahwa PKKMB merupakan proses bridging atau jembatan bagi mahasiswa untuk berpindah dari pendidikan dasar dan menengah menuju pendidikan tinggi sebagai lingkungan pendidikan orang dewasa.
Karena itu, mahasiswa perlu dibekali informasi, pengetahuan, karakter, dan kesiapan mental sebelum memasuki kehidupan perguruan tinggi.
“Pendidikan itu harus menyenangkan, tidak dalam tekanan,” kata Johanis dalam sambutannya.
Ia mengajak mahasiswa baru menjalani pendidikan di Politani Kupang dengan sukacita karena tujuan utama mereka berada di perguruan tinggi adalah memperoleh ilmu, keterampilan, dan pengalaman belajar dalam suasana yang menyenangkan.
Johanis juga menekankan bahwa mahasiswa Politani Kupang dipersiapkan bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi agar mampu memberikan dampak bagi masyarakat. Mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk kegiatan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politani Kupang memberikan penekanan pada keterampilan. Direktur menjelaskan bahwa secara umum kurikulum Politani memiliki komposisi sekitar 60 persen praktik dan 40 persen teori.
Mahasiswa akan lebih banyak menjalani proses pembelajaran di lapangan, seperti kandang, kebun, kolam ikan, dan hutan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Menurut Johanis, perkembangan teknologi memungkinkan mahasiswa belajar dari berbagai sumber, termasuk internet dan kecerdasan buatan. Namun, pembentukan karakter tetap membutuhkan proses pendidikan langsung di lingkungan perguruan tinggi.
“Ikuti proses ini secara total,” pesannya kepada mahasiswa baru.
Ia berharap seluruh mahasiswa yang memulai pendidikan pada tahun 2026 dapat mempertahankan semangat hingga menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda sesuai jenjangnya.
“Saya berharap jumlah mahasiswa yang masuk hari ini sama dengan jumlah mahasiswa yang sama akan diwisuda pada tiga tahun dan empat tahun ke depan,” ujarnya.
Hari pertama PKKMB menjadi pengalaman baru bagi Yra Fajira Akmal, lulusan SMK Negeri I Depok, Jawa Barat, yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Peternakan Program Studi Produksi Ternak.
Yra mengaku kegiatan hari pertama PKKMB berlangsung menyenangkan. Ia juga merasakan suasana kekeluargaan karena mendapatkan teman-teman baru serta sambutan ramah dari kakak tingkat dan panitia.
Ia memilih Politani Kupang karena berasal dari sekolah kejuruan dan ingin menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah secara langsung. Setelah lulus, ia berharap dapat bekerja sekaligus mempraktikkan ilmu yang dipelajarinya.
“Harapannya bisa lebih sukses ke depan dan menjadi mahasiswa yang berprestasi dan lulusan terbaik,” ungkap Yra.
Pengalaman serupa dirasakan Johan Eustakeus Carel Anapah, mahasiswa baru asal Kabupaten Malaka, lulusan SMA Swasta Elpita Noelbaki, yang memilih Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Program Studi Pengelolaan Agribisnis.
Johan memilih Politani Kupang karena sistem perkuliahannya lebih banyak praktik dibandingkan teori. Ia ingin memperoleh pengalaman langsung di lapangan sehingga ilmu yang didapat dapat diterapkan ketika kembali ke Malaka.
Hari pertama PKKMB menjadi pengalaman yang membekas baginya. Ia mengaku antusias karena meski baru datang, sudah mendapatkan teman baru dan sambutan ramah dari para senior.
Ke depan, Johan berharap dapat mendalami ilmu, menjadi mahasiswa berprestasi, dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Dengan mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan”, PKKMB Politani Kupang 2026 tidak berhenti pada kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Momentum ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan budaya akademik, membangun karakter, memperkuat keterampilan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 633 mahasiswa baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Politani Kupang. Dari hari pertama di kampus, mereka membawa harapan masing-masing menjadi lulusan berprestasi, memiliki keterampilan, mampu bekerja, dan kembali membangun daerah.
Harapan tersebut menjadi titik awal perjalanan pendidikan mereka: masuk bersama-sama, menjaga kebersamaan, belajar bersama, dan pada akhirnya sukses bersama-sama.***











