![]() |
![]() |
Politeknik Pertanian Negeri Kupang menggelar Job Fair/Pameran DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja) dan Bursa Kerja Politani Kupang 2026 di Gedung Student Center, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema “From Campus to Career: Siap Melangkah ke Dunia Kerja”, kegiatan berlangsung selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, sebagai upaya mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperluas akses terhadap peluang karier, kewirausahaan, dan studi lanjut.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pelatihan dan pembekalan keterampilan praktis bagi alumni dan calon alumni. Sebanyak 150 peserta mengikuti berbagai materi yang disampaikan tujuh narasumber berpengalaman, antara lain Kiat Sukses Bekerja di Bidang Peternakan, Membangun Kepercayaan Diri dalam Proses Wawancara dan Penulisan CV, Strategi Digital Marketing, Kiat Sukses Praktisi Wirausaha Peternakan dan Perikanan, serta Kiat Sukses Alumni: Studi Lanjut dan Wirausaha Pertanian. Pembekalan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun CV, menghadapi wawancara, membangun personal branding, memanfaatkan pemasaran digital, serta mengembangkan peluang usaha berbasis kompetensi pertanian.
Pada hari kedua, Jumat (2/10/2026), kegiatan dilanjutkan di Gedung Community Center Politani Kupang dengan mempertemukan peserta secara langsung dengan tujuh perusahaan dan satu lembaga beasiswa. Para mitra memaparkan profil lembaga, kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi yang dibutuhkan, mekanisme rekrutmen, serta informasi mengenai peluang beasiswa dan tahapan seleksi. Pertemuan ini diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi alumni dan calon alumni untuk memasuki pasar kerja, membangun jejaring profesional, mengembangkan usaha, maupun melanjutkan pendidikan.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., menegaskan bahwa pendidikan vokasi di Politani tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan pencari kerja, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan. Menurutnya, peluang pengembangan karier lulusan juga terbuka hingga tingkat global, termasuk melalui program magang ke Israel yang selama ini menjadi salah satu jalur pengembangan kompetensi lulusan politeknik di Indonesia Timur. Pengalaman internasional tersebut, kata Johanis, telah mendorong sejumlah alumni untuk kembali dan mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian dengan menerapkan pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama mengikuti program.
Semangat membangun karier melalui pengalaman nyata juga tercermin dari kehadiran David Imanuel Boimau, A.Md., alumni Politani Kupang angkatan IX yang diwisuda pada 1999 dan kini menjadi Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus pendiri peternakan BR2Farm. Kehadirannya sebagai narasumber memberikan perspektif langsung kepada peserta mengenai dinamika dunia kerja dan pentingnya keberanian membangun usaha. Pengalaman David menjadi contoh bahwa perjalanan lulusan vokasi tidak berhenti pada memperoleh pekerjaan, tetapi dapat berkembang menjadi pelaku usaha dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Panitia, Dr. Drh. Andrijanto Hauferson Angi, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diikuti dengan antusiasme tinggi. Dari 169 orang yang mendaftar, panitia membatasi peserta sebanyak 150 orang agar proses pembekalan dapat berlangsung secara optimal. Ia berharap Job Fair 2026 tidak hanya menjadi ruang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi media strategis untuk membangun jejaring kemitraan berkelanjutan antara Politani Kupang dan DUDIKA.
Melalui penyelenggaraan Job Fair 2026, Politani Kupang memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai penghubung antara kampus, lulusan, industri, dan dunia kerja. Masukan dari para mitra industri juga menjadi bahan evaluasi bagi institusi untuk terus menyesuaikan kurikulum dan proses pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki ijazah dan keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan, kepercayaan diri, jejaring, serta kemampuan beradaptasi untuk bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga global.***











